adgroup

-- iFrame Ad Tag: 297 -->

Kamis, 27 Agustus 2015

"Aku Butuh Enam Tahun Untuk Memulai Hubungan Baru"

Banyak yang percaya bahwa salah satu tujuan seseorang menjalin hubungan percintaan adalah untuk menikah. Namun sebelum pernikahan terjadi, bukan hanya upacara dan pesta pernikahan saja yang harus dipersiapkan. Kemantapan hati dan siap menjalani segala pertimbangan yang sudah dipikirkan sebelumnya adalah salah satu hal yang juga harus dipikirkan matang-matang. Nampaknya, hal itu yang belum dipersiapkan oleh calon suami dari Cyndi Maisonneuve, hingga ia membatalkan pernikahannya di jam-jam terakhir. Bagaimana bisa? Cyndi Maisonneuve membagikan kisahnya pahitnya tersebut dan bagaimana ia menghadapi hidupnya kemudian melalui dailymail.co.uk seperti berikut ini. Cyndi bertemu dengan pria tersebut pada tahun 2007, saat Cyndi berusia 23 tahun. Cyndi tinggal di Toronto, sedangkan kekasihnya, yang dirahasiakan identitasnya, tinggal di Ontario, berjarak 2 jam perjalanan dari Toronto. Jadi bisa dikatakan keduanya menjalani hubungan jarak jauh, dan hanya bertemu saat akhir pekan. “Dia menarik, bertutur kata baik, dan baik hati. Tentu saja dia punya kekurangan, namun selebihnya ia adalah seorang pemain golf profesional yang memiliki minat sama denganku,”, kata Cyndi. Hubungan mereka mengalami kemajuan pesat dalam waktu singkat. Setelah 6 bulan menjalin hubungan, sang kekasih melamar Cyndi dalam perjalanan liburan mereka di Hawaii. Cyndi menerima lamarannya, dan mereka membeli rumah bersama di Toronto, dekat rumah orang tua Cyndi. Mereka pun mulai merencanakan pernikahannya. “Dia ingin terlibat dalam segala hal. Namun kami memutuskan untuk menggelar pernikahan di pantai, di tempat yang bersejarah bagi kami, Hawaii. Aku tidak mau menggelar pernikahan di lapangan golf karena aku memiliki keluarga yang sangat besar, sedangkan ia tidak. Rencana pernikahan itu lebih banyak memenuhi keinginanku daripada keinginannya,”, jelas Cyndi. Malam sebelum pernikahan digelar, Cyndi sama sekali tidak gugup dan tidak memiliki ketakutan apapun terkait pernikahannya. Meskipun tidak memiliki hubungan yang baik dengan saudara perempuan kekasihnya, Cyndi cukup dekat dengan saudara perempuannya. Ia bahkan berkata pada saudaranya itu, ia akan menikahi “sahabatnya” yang merupakan “seorang pria yang luar biasa”. Lalu, hari besar yang mengerikan itu datang.. Saat Ia Tiba-tiba Mencampakkanku… Hari besar itu pun datang. Tepat satu jam sebelum upacara pernikahan dimulai, sang kekasih mendatangi Cyndi dengan berlinangan air mata. “Aku berdiri dengan mengenakan gaun pengantin serta kerudung sudah terpasang di rambutku. Ia berkata ‘aku tidak bisa menikah denganmu’. Pada awalnya dia tidak berani mengatakannya padaku secara langsung. Ia sempat meminta para pengiring pengantin untuk memberitahuku, namun mereka tidak mau melakukannya,”, kenang Cyndi. Cyndi tidak meminta penjelasan apa-apa dari kekasihnya, dan meminta pria itu pergi. Para pengiring pengantin pun bertugas mengabarkan berita ini pada perencana pernikahan serta para tamu undangan. “Aku merasa dipermalukan. Rasanya seperti ditikam dari belakang. Dia bahkan sudah mengemasi barang-barangnya saat rambutku sedang ditata,”, cerita Cyndi. Cyndi menyebut waktu-waktu yang ia lalui selanjutnya sebagai “waktu brutal”. Ia memilih berjalan-jalan di pinggir pantai untuk “kabur” dari masalah ini. Ia bahkan tidak bisa makan, dan harus minum obat tidur agar bisa tidur. Ia juga memilih untuk tinggal di tempat itu untuk sementara waktu, dan melupakan sakit hatinya ditemani para pengiring pengantinnya. “Aku beruntung punya teman dan keluarga yang mendukungku. Teman-teman dan saudaraku sebisa mungkin mengalihkan perhatianku dari apapun tentang pria itu. Sementara orang tuaku membantuku pindah dari rumah yang kami beli bersama, dan kembali ke rumah mereka,”, tambahnya. Beberapa minggu kemudian, saat pulang kembali ke Kanada, Cyndi bertemu dengan mantan kekasihnya tersebut. Dan parahnya, pria itu meminta Cyndi untuk hidup bersamanya, namun mereka tidak perlu menikah. “Aku berpikir ‘pria ini pasti bercanda’. Aku juga mengatakan padanya bahwa aku sudah tidak tertarik lagi padanya. Apakah aku pernah mencintainya? Tentu saja, tapi luka ini membuatku mampu melupakannya,”, aku Cyndi. Pria itu mengaku bahwa alasan di balik ia membatalkan pernikahan adalah karena ia tidak ingin mempunyai anak, sedangkan Cyndi ingin punya anak. Merasa dipermalukan dan patah hati, Cyndi menyibukkan diri dengan bekerja dan liburan. Ia memutuskan kontak dengan mantan kekasihnya, dan lebih fokus menghadapi masa depan. Tiga tahun kemudian, ayah Cyndi meninggal dunia karena serangan jantung. Hal itu membuat Cyndi menyadari bahwa hidup itu berharga. Cyndi mampu lepas dari trauma, tanpa dendam dan tanpa menuntut balas.. Hal Itu Membantuku Menjadi Lebih Baik! Sekarang, setelah 6 tahun berlalu, Cyndi menanggapi insiden yang ia alami itu dengan sudut pandang positif. “Aku rasa kejadian itu membentuk aku menjadi diriku yang sesungguhnya. Setiap kali Anda menghadapi masalah, pasti ada pelajaran hidup yang bisa diambil. Kejadian dengan mantan kekasihku membuat aku menemukan jati diriku yang sebenarnya. Bukan hanya itu, aku juga jadi tahu apa yang aku inginkan dalam hidup ini, dan apa yang layak didapatkan pasanganku dari aku, serta sebaliknya,”, kata Cyndi bijak. Saat ini Cyndi sudah memiliki kekasih baru, pria yang menurutnya luar biasa. Namun belum ada rencana pernikahan bagi keduanya. “Aku sedang menjalin suatu hubungan sekarang, dan aku masih sering berpikir ‘apa aku layak untuknya’? Tentu saja aku berusaha mengubah pemikiran itu. Tentu saja aku layak mendapatkan pria yang luar biasa. Aku adalah wanita yang luar biasa! Sekarang setelah tahu apa yang aku mau, aku juga menjadi lebih tahu bagaimana cara menjadi kekasih yang lebih baik, atau istri yang baik suatu hari nanti. Tapi tentu saja aku tidak akan menerima lamaran yang datang dalam waktu 6 bulan pacaran! Apa yang terjadi di masa lalu, sudah tidak terasa sakit lagi sekarang. Aku bahkan bisa menertawakannya,”, canda Cyndi. Waktu akan menyembuhkan luka. Begitu juga dengan memaafkan. Melalui kisah ini, kita mendapatkan satu bukti lagi bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Apa yang dilalui Cyndi membuat ia menemukan jati diri yang sesungguhnya dan mampu menjadi wanita yang lebih baik. Masalah luka dan sakit hati, jika memaafkan lebih indah, Anda sama sekali tidak perlu memberikan balasan. Semoga Cyndi dan pembaca semua hidup bahagia dengan cinta sejati Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar